DariWikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Untung Suropati (lahir: Bali, 1660 – wafat: Bangil, Jawa Timur, 5 Desember 1706) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang berjuang di Pulau Jawa. Ia telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia berdasarkan S.K. Presiden No. 106/TK/1975 tanggal 3 November 1975. Lukisanbesar potret Sukarno tengah diarak oleh beberapa orang bertopeng sementara di sekelilingnya ada ribuan penari kecak. Di bagian bawah lukisan Sukarno AffandiKoesoema adalah seorang pelukis berbakat yang pernah ada di Indonesia dan dunia. Ia dikenal sebagai seorang maestro dalam seni lukis dengan gaya lukisannya yang berbau abstrak dan romantisme dengan aliran ekspresionisme. Ia terkenal dengan teknik lukisnya yang khas yaitu dengan menumpahkan cat langsung dari tube ke kanvas lalu Fast Money. Uploaded byZidan uchiha 70% found this document useful 10 votes14K views3 pagesDescriptionkritik adalah seniOriginal TitleKRITIK SENI LUKISCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document70% found this document useful 10 votes14K views3 pagesKritik Seni LukisOriginal TitleKRITIK SENI LUKISUploaded byZidan uchiha Descriptionkritik adalah seniFull descriptionJump to Page You are on page 1of 3Search inside document Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Lukisan Diponegoro Memimpin Pertempuran, karya Basoeki Abdullah Sumber Lukisan Arang Pangeran Diponegoro, karya Adrianus Johanes BikSumber Lukisan De onderwerping van Diepo Negoro aan luitenantgeneraal baron De Kock Penyerahan Pangeran Diponegoro kepada Letnan Jenderal De Kock, karya Nicolas PienemanSumber Lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro, karya Raden SalehSumber Lukisan Babad Kedung Kebo, peristiwa penamparan selop Patih Danurejo III oleh Pangeran Diponegoro, akibat penyalahgunaan wewenang & korupsi penyewaan tanah Kraton YogyakartaSumber Sisi Lain Diponegoro, Babad Kedung Kebo dan Historiografi Perang Jawa, Peter Carey, Kepustakaan Populer Gramedia, hal 17 Wayang Kulit BPH Diponegoro &kuda kesayangan, Kyai Gentayu Lukisan Babad Kedung Kebo, peristiwa pertempuran/penyerbuan Belanda ke nDalem Tegalrejo,kediaman Pangeran Sisi Lain Diponegoro, Babad Kedung Kebo dan Historiografi Perang Jawa, Peter Carey,Kepustakaan Populer Gramedia, hal 160-161 Lukisan Pasukan Kita yang Dipimpin Pangeran Diponegoro, karya S. Patung Diponegoro, Alun-Alun Magelang, Jawa TengahSumber Patung Diponegoro, Area Monumen NasionalMonas JakartaSumber Taman Diponegoro, Menteng, JakartaSumber Twitter waxhaus Patung Diponegoro, Goa Selarong, Bantul, DIYSumber Sumber Judul Begraafplaats met het graf van Diponegoro in Makassar circa 1930 Keterangan pemakaman dengan latar belakang pusara BPH Diponegoro dan Retnaningsih di Makassar sekitar tahun 1930. Daftar isi1. Diponegoro Memimpin Pertempuran 2. Djoko Taro 3. Gatotkaca dengan Pergiwa dan Pergiwati 4. Maria Assumpta 5. Peperangan Antara Gatotkaca dengan Antasena 6. Bila Tuhan Murka7. Kanjeng Ratu Kidul8. Lady With Kebaya 9. Sungai Tak Pernah Kembali Di Indonesia terdapat beberapa tokoh seniman yang namanya melegenda termasuk dalam bidang seni lukis. Di antara nama-nama tersebut salah satunya adalah Basuki Abdullah. Beliau adalah pelukis asal Surakarta, Jawa Tengah yang lahir pada 25 Januari 1915. Ia lahir dengan nama lengkap yakni Fransiskus Xaverius Basuki dalam melukis sudah tidak diragukan lagi. Ia dikenal sebagai maestro pelukis Indonesia aliran realis dan naturalis. Salah satu prestasinya adalah mampu menyingkirkan pelukis Eropa lainnya dalam sayembara Ratu Juliana di Amsterdam pada tahun 1948. Bakat melukisnya didapatkan dari sang ayah yang juga merupakan pelukis yakni Abdullah Suriosubroto. Bakat tersebut kemudian beliau kembangkan di sekolah Academie Voor Beeldende Kunsten di Den Haag, Belanda. Berikut ini adalah daftar karya dari Basuki Abdullah yang paling melegenda. 1. Diponegoro Memimpin Pertempuran Lukisan pertama dari seorang Basuki Abdullah yang paling melegenda adalah lukisan Diponegoro Memilih Pertempuran. Lukisan yang dibuat sekitar tahun 1934 dan disempunakan pada tahun 1949. Dari lukisan ini lah tergambar rasa nasionalisme seorang Basuki Abdullah. Pada lukisan ini Pangeran Diponegoro digambarkan mengenakan jubah putih sedang menunggangi kuda hitam perkasanya. Raut wajah sang Pangeran terlihat marah seakan siap untuk melakukan serangan. Basuki Abdullah membuat lukisan ini ketika berada di Den Haag. Padahal bagi Belanda, Pangeran Diponegoro adalah simbol dari perlawanan namun Basuki Abdullah tidak takut untuk melukisnya. Saat ini lukisan Pangeran Diponegoro Memimpin Perang menjadi bagian dari Koleksi Museum Kebangkitan Nasional. 2. Djoko Taro Lukisan Basuki Abdullah dengan judul Djoko Taro adalah lukisan yang mengusung tema mitologi Jaka Tarub atau Joko Tarub. Dalam kisah asli nya Joko Tarub bersama dengan 7 sosok bidadari namun dalam lukisan ini Basuki hanya menggambarkannya sebanyak 6 sosok saja. Alasan mengapa Basuki menghilangkan satu sosok bidadari tersebut. Lukisan ini dibuat atas dari permintaan Bapak Proklamator Ir. Soekarno. Basuki Abdullah membuat lukisan ini pada tahun 1959 dengan 6 buah versi. Salah satu versi lukisan ini kini berada di Koleksi Istana Kepresidenan Republik Indonesia yang ada di Bogor. 3. Gatotkaca dengan Pergiwa dan Pergiwati Lukisan lainnya dari Basuki Abdullah yang mengangkat tema mitologi adalah Gatotkaca dengan Pergiwa dan Pergiwati. Basuki Abdullah melukis karya ini dengan gaya naturalisnya sekitar tahun 1956. Gatotkaca adalah sosok dalam cerita Mahabarata yakni anak dari Werkudara. Pada lukisan ini Gatotkaca digambarkan sedang terbang dan muncul dari balik awan bersama dengan anaknya yakni Arjuna, Pergiwa dan Pergiwati. Sama seperti lukisan Djoko Taro, lukisan dengan judul lain Gatotkaca dan Anak-Anak Arjuna Pergiwa-Pergiwati dan Gatotkaca Memikat Pergiwa dan Pergiwati ini juga permintaan khusus dari Presiden Soekarno. Lukisan dengan ukuran dimensi 150 x 100 cm ini sekarang terpajang di Ruang Resepsi Istana Merdeka. 4. Maria Assumpta Basuki Abdullah juga menggunakan Bunda Maria sebagai objek lukisannnya. Lukisan tersebut diberi judul Maria Assumpta. Namun judul asli dari lukisan ini adalah Bunda Maria versi Jawa dan ada pula yang menyebutnya sebagai Madonna Indonesia dan Maria ini dibuat pada tahun 1935 dengan 4 versi namun hanya 1 versi saja yang diketahui keberadaan yakni di rumah jompo Serikat Yesus di Nijmegen, Belanda. Sesuai dengan namanya yakni “Maria Jawa” susuk Bunda Maria pada lukisan ini digambarkan mengenakan pakaian khas Jawa yakni Kebaya secara lengkap dengan kain batik bagian bawah lukisan terdapat sawah, sungai, pohon kelapa pohon bambu hingga Gunung Merapi dan Gunung Merbabu yang menggambarkan lanskap tanah Jawa. Lukisan ini dibuat sebagai hadiah untuk yayasan yang telah memberikannya beasiswa yakni Yayasan St. Claverbond. 5. Peperangan Antara Gatotkaca dengan Antasena Basuki Abdullah menggambarkan sosok Gatotkaca dalam lukisan lainnya yakni yang berjudul Peperangan Antara Gatotkaca dengan Antasena. Lukisan ini menjadi awal dari karir Basuki Abdullah dalam seni lukis. Melalui Pameran Pekan Raya Bandung atau dikenal sebagai Jaarbeurs tahun 1933 lukisan ini untuk pertama kalinya dipublikasikan. Kesempatan tersebut dimanfaatkan Basuki Abdullah sebaik mungkin karena biasanya Jaarbeurs hanya diikuti oleh pelukis Eropa saja. Lukisan ini mengisahkan pertarungan anak tokoh pewayangan Bima yakni Gatotkaca dan Antasena yang bertarung untuk mendapatkan Dewi Sembadra. Saat ini lukisan ini menjadi bagian dari Koleksi Istana Kepresidenan Republik Indonesia di Bogor. 6. Bila Tuhan Murka Lukisan Bila Tuhan Murka adalah karya Basuki Abdullah yang dibuat dengan ukuran dimensi 200×300 cm tahun 1950. Dalam lukisan ini Basuki Abdullah menggambarkan suasana alam yang mencekam dengan dominasi warna hitam dan yang menjadi objek lukisan ini terlihat panik di tengah kobaran api yang membara. Basuki Abdullah menggambarkan suasana kehancuran alam semesta pada lukisan ini dengan gaya surealisnya. Suasana semakin dramatis dengan adanya gambaran gunung meletus, batu yang beterbangan dan bumi yang runtuh. Pesan ingin disampaikan Basuki Abdullah dari lukisan ini adalah supaya kita menghindari konflik, menjaga keseimbangan, serta terus beribadah agar Tuhan tidak murka. Lukisan ini kini tersimpan di Istana Kepresidenan Republik Indonesia di Bogor. 7. Kanjeng Ratu KidulKanjeng Ratu Kidul adalah sosok yang diyakini sebagai penguasa Pulau Jawa yang juga dikenal sebagai ku Ratu Pantai Selatan. Basuki Abdullah melukis Kanjeng Ratu Kidul pada tahun 1980-an. Objek yang tergambar adalah sosok wanita cantik dengan kain Jawa yakni kemben berwarna hijau dengan rambut terurai namun tanpa mengenakan mahkota. Lukisan ini dinilai mengandung nilai mistis sebab pada saat melukis ini Basuki Abdullah menggunakan model yakni Nyonya setelah menjadi model ini Nyonya Harahap terserah penyakit parah. Begitu juga dengan model lainnya yang juga menjadi inspirasi Kanjeng Ratu Kidul. Lukisan asli Kanjeng Ratu Kidul tersimpan di Istana Presiden di Yogyakarta. 8. Lady With Kebaya Lukisan Basuki Abdullah lainnya adalah yang berjudul Lady With Kebaya yang digambar pada kanvas berukuran 113 cm x 76 cm. Perempuan yang ada di dalam lukisan tersebut adalah Kartini Manoppo yang merupakan putri bangsawan Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Pramugari Garuda Indonesia ini digambarkan sebagai wanita yang cantik dan anggun dalam balutan kebaya berwarna ungu. Lukisan ini dilihat oleh Soekarno dan pada saat itu juga presiden RI pertama langsung jatuh cinta kepada sang model. Keduanya akhirnya menikah pada tahun 1959 namun dikirim ke Jerman karena kondisi politik negeri yang sedang kacau pada masa itu. 9. Sungai Tak Pernah Kembali Tidak hanya tokoh dan mitologi saja, Basuki Abdullah juga melukis tentang pemandangan. Salah satunya adalah lukisan yang berjudul Sungai Tak Pernah Kembali yang dibuat di atas kanvas 125cm x 200 beraliran naturalis ini menyuguhkan lanskap sungai yang jernih, pepohonan, sawah, gunung api yang mengeluarkan asap dan jembatan gantung. Pesan yang ingin disampaikan oleh Basuki Abdullah melalui lukisan ini adalah agar manusia terus mengingat pada hukum alam ciptaan Tuhan.

lukisan diponegoro memimpin pertempuran